Kata-Kata Adalah JiWaKu

3 Januari 2009 – in the middle of the night

Posted on: 5 January 2009

Malam ini sungguh dingin, mata yang telah terpejam mendadak tergugah. Ada bayangan yang mengganggu pikiranku. Sejenak jiwa ini melayang, kedua bola mataku tiba-tiba terasa panas, air mata itu tak terbendung menetes dengan lembut membasahi pipi ini. Mengapa dia selalu datang mengganggu malamku, pagiku, hariku, dan tentunya mengganggu pikiranku.

Salah satu harapku pada malam tahun baru lalu adalah membunuh perasaan itu, terdengar kejam, sadis, berlebihan. Tapi itu kedengarannya saja. Justru aku akan semakin kejam dan sadis jika terus membiarkan perasaan itu tumbuh subur.

Ketika tubuh ini terbangun dan mata ini terbuka di Pagi pertamaku pada tahun yang baru ada setitik harapan dan doa bahwa kutemukan hatiku yang baru, yang dapat lepaskan dia (pangeran mimpiku). Bukan untuk melupakan (mungkin), karena dia tidak mungkin terlupakan (kecuali aku meminta seorang ahli untuk mencuci otakku). Aku tidak akan melupakan setiap kejadian yang pernah kualami, apakah sebagai iklan yang numpang lewat atau menyisakan kenangan yang dalam, menyenangkan bahkan menghancurkan. Percaya atau tidak.. setiap peristiwa hidup itu tidak mungkin terlupakan.. Begitu juga dia!

Malam ini aku mendadak menjadi wanita rapuh, aku sudah berjanji setidaknya kepada diriku sendiri untuk turun *aku pernah menganalogikan bahwa aku bersama dia sedang bermain roller coster, yang menyenangkan, seru juga menegangkan, tapi aku tidak mungkin kuat terus-menerus berputar-putar, turun-naik. Perutku pasti mual dan akan muntah, sebelum itu terjadi aku harus turun dan mengakhiri permainan roller coster yang memberikan sensasi tersendiri padaku* Tapi seolah-olah aku kehilangan kemampuan untuk turun dan menghentikan permainan itu. Mungkin aku harus menikmati kesedihan ini, menikmati penderitaan yang telah aku ciptakan. Aku coba yakinkan diriku bahwa dia bukan untukku, dia tidak akan penah untukku sampai kapanpun titik. Semakin keras aku berpikir, semakin keras aku meyakinkan diriku, semakin jelas pula bayangannya hadir, bahkan ucapan-ucapan yang sering di lontarkan, kelakar yang mampu cairkan kebekuan terngiang jelas menembus dan menusuk selaput tipis gendang telingaku.

Kenyataan yang aku hadapi saat ini tidak mudah turun dan melepaskan rasa itu.

Tidak seorangpun yang dapat disalahkan, tidak juga waktu, hari atau momen yang telah mempertemukan aku dan dia, bahkan perasaan yang begitu cepat tercipta yang seringkali aku jadikan kambing hitam.

Aku akan baik-baik saja!! Nada ini terdengar optimis (harus). Karena aku sebenarnya telah tahu jauh sebelum perasaan ini berubah menjadi cinta bahwa “kamu tidak akan pernah menjadi milikku dan kamu akan pergi kapanpun kamu mau”. [Y]

1 Response to "3 Januari 2009 – in the middle of the night"

Memang dunia ini tidak cukup mampu menanpung Cinta itu… apalagi Cinta yg tak terwujud….

– Hutahaean –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: