Kata-Kata Adalah JiWaKu

Hari Kasih Sayang

Posted on: 14 February 2009

Pagi ini matahari bersinar cerah sekali..
Aku mau menghabiskan waktuku ditempat tidur, sembunyi dibalik selimutku yang lembut, bermalas-malasan hingga hingga jarum jam menunjuk pada angka delapan..
Aku butuh segelas air untuk tenggorokanku yang mulai kering, aku juga butuh segelas susu kedelai untuk mengisi perutku yang mulai keroncongan.. setidaknya bisa mengganjal perut sampai waktu makan siang tiba..
“Happy Valentine!!” seketika bibirku berucap..
Rambut yang masih acak-acakan, daster batik hijau tanpa lengan dan tentunya wajah bantal dengan aroma tubuh yang belum dimanjakan dengan sabun beraroma lavender.
Kalimat itu hanya dapat aku ucapkan secara langsung untuk Kat, asisten rumah tangga yang lucu, temen curhatku sekaligus koki pribadi yang handal hehe… Cipika-Cipiki deh..

Valentine bukan tradisi wajib bagiku.. Bahkan aku sudah lupa rasanya valentine.. Yang kuingat valentine pertamaku itu tahun 2001 bersama pacarku saat itu dan tahun 2007 ketika sebuket bunga lili kuterima pada tanggal 14 februari sore hari sepulang dari kampus.. so sweet.. selebihnya aku gak ingat lagi.

Memang valentine bukan ritual wajib.. tapi senang aja memaknai untuk diri sendiri. sekedar berkirim ucapan melalui pesan elektronik kepada teman-teman..
Telepon genggamku berdering, nada khusus sms tentunya.. pesan di inbox berdatangan bersama ucapan “happy valentine” dari teman-teman terdekat..

Tadi malam aku mendapatkan ucapan, meskipun masih tanggal 13 (tepatnya malam valentine) tapi aku seneng banget.. setidaknya aku masih bisa mendengarkan suaranya, merasakan kehadirannya sekedar dalam imajinasi.
“Happy Valentines day…”
“Happy Valentines day too…”
“aku sayang banget ma kamu…” dalam hati aku berucap..

Siang ini, teman lamaku (Mas ARifin) tanpa diduga meneleponku..
Kangen rasanya bertukar pikiran bersama dia..
Terdengar suara dari seberang sana
“Hallo Yo, Happy Valentines Day!”
“Hi, Mas Arifin yah.. Happy Valentines Day juga!”
Cerita sedikit tentang Mas Arifin.. Dia ni temen sejak prajabatan di Surabaya, tepatnya ni Dia Cakim Peradilan Agama, Ketua Senat waktu Prajabatan, Ketua Senat lagi waktu Diklat Cakim di Mega Mendung.. Kesan pertama waktu ketemu dia mang beda, orangnya bijaksana, pembawaannnya tenang, Pintar, Kebapakan, Sersan (serius tapi santai), Suka Puisi, bahkan aku pernah berujar ma mbak villa Calon KMA (Ketua Mahkamah Agung) hehe.. Orangnya simpatik deh, wajar aja kalau kagum ma Dia.. Jadi nih aku ma mbak villa yang paling genjar mendorong temenku untuk ‘jadian’ dengan mas arifin..
Cukup deh kayanya memperkenalkan sedikit tentang pribadi Mas Arifin..
Ngobrol-bgobrol.. Menyimak ceritanya.. meresapi kata-kata bijak dari seorang Arifin..
Kurang lebih yang kutangkap dari obrolan kita siang itu :

“Seringkali kita itu hidup bukan untuk hari ini, kita hidup untuk masa lalu dan besok, kita gak pernah menikmati apa yang kita jalani dan dapat hari ini. Kita selalu berpikir keras bagaimana mendapatkan mobil yang bagus, rumah yang megah, bahkan kita juga selalu ketakutan untuk apa yang telah kita hadapi di masa lalu.. Jadi kita gak pernah benar-benar hidup untuk hari ini. kita hanya cape memikirkan untuk besok dan terbelenggu dengan hari kemaren.”

sepertinya memang benar, karena aku belum pernah sungguh-sungguh menikmati hari ini, hari yang kuhadapi saat ini. Ironisnya lagi, karena masa lalu kita bisa gagal menjalani hidup, gagal menggapai sebuah mimpi. Karena terlalu terobsesi untuk masa depan aku melewati keindahan hari ini.

Kemudian aku terdiam dan merenung tentang cerita yang terluncur dari bibirnya. Aku seperti diingatkan, banyak hal yang sudah aku lupakan dalam hidupku.

“Mas arifin.. Kayaknya Tuhan lagi ngomong melalui kamu deh” seketika aku mulai berkata dari keheninganku atas cerita kita.

“Mungkin saja, karena Tuhan bisa berbicara melalui apa saja” ucapnya dengan nada yang bijaksana.

“Aku gak pernah terpikir bakal berbicara seperti ini, kalau ngobrol dengan Yohana kata-kata seperti itu tiba-tiba muncul begitu saja” Dia berujar kembali.

Hmmm.. Bijak sekali Bapak satu ini.. Beruntung sekali kelak yang menjadi istrinya..

“Kamu percaya tidak, gak ada sesuatu yang kebetulan dalam hidup ini, seperti juga pertemuan aku dengan Yohana, itu pasti memang sudah digariskan oleh Tuhan. Kalaupun aku gak masuk Cakim.. Mungkin saja kita tetap akan bertemu, dalam suasana yang berbeda, bisa jadi sewaktu aku berselancar di dunia maya.. Buka Friendster, terus lihat ada profil Yohana di add, kita berkenalan deh. Jadi segala pertemuan itu memang gak ada yang kebetulan.”

“Iya mas Arifin, aku setuju bgt.. Gak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini, semua sudah digariskan. Hidup ini juga pilihan.. Setiap kejadian dalam hidup ini selalu diberikan pilihan, iya atau tidak. Jadi seharusnya kita tahu resiko dari pilihan yang kita ambil.” Aku menimpali cerita yang mengalir antara kami di siang yang terik itu.

Sepertinya obrolan yang begitu menarik di hari kasih sayang ini harus disudahi..

“Mas arifin, aku tunggu undangannya yah.. tetep kabar-kabari yah!!”

“Yohana juga yah, kalau menikah jangan lupa kabari dan kirim undangan.”

“Pasti mas arifin!! Semoga aku segera menemukan Belahan Jiwaku..”

‘Klik’ tombol berwarna merah seketika aku tekan..
Perbincangan siang itu pun disudahi..
Cerita yang begitu singkat tapi penuh makna..

Selamat Hari Kasih Sayang Yohana..
Ternyata aku tidak sendiri..
Hari ini kan tidak selalu dilalui bersama pacar..
Tanpa itu pun kamu tidak sendiri..
Kamu tetap bahagia..

“Cinta itu seperti Hujan yang akan turun begitu saja membasahi bumi.. Cinta itu seperti ombak di pantai yang seketika bergulung ke daratan membasahi kaki kemudian menarik kembali ke laut”
Apakah kamu tahu kapan Cinta akan datang dan pergi dari hatimu?
Aku tak pernah tahu, karena hujan itu masih terus membasahi hatiku tanpa pesan dan ombak itu masih terus bergulung menghempas ke kedalaman hatiku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: